Posts

Sepenggal Cerita dari 2016

Di sebuah kafe di daerah Padjajaran Bogor, bersama dua orang kolega, duduk di depan laptop sambil berharap inspirasi datang, sesekali nyeruput kopi, ukuleleku tidur anteng di kursi sebelahku, kupetik-petik sesekali kalau inspirasi tak juga datang. Kalau tak juga datang, dua kolegaku itu kuajak bicara sampai… “lanjut kerja lanjut kerja!” Lalu siklus yang sama terulang. Ini kejadian dua koma lima tahun lalu, kurang lebih. Dari pintu kafe itu, tiba-tiba datang seorang perempuan, sebut saja Tia, yang ternyata teman dari dua kolegaku itu. Mereka langsung bercakap-cakap. Dulu aku punya temen namanya Tia, wajahnya mirip banget sama Tia yang ini, tapi aku diem aja. Tia beberapa kali ngajak ngobrol aku juga, mungkin nggak enak kalo ngacangin. Sampai… begitu suasana udah nyair, dia nyeletuk, “lo mirip temen kursus Bahasa Inggris gue deh, namanya Silmi” “Lah nama dia emang Silmi" “Iya, gue Silmi,” timpalku. “Lo juga mirip sama temen gue namanya Tia” “Iya kan gue Tia!” “Iya ta...

The Homemaking

22 sounds and seems like a reasonable number to finally ask yourself (again) about how do you feel about yourself, at least for me and Taylor Swift. The difference is just that Taylor Swift had succeeded to put it perfectly melodically poetically logic, “I am feeling twenty-two.” And I, meanwhile, needed to bounce myself here and there and here and there and here and there, and still hadn’t found the perfect answer about how I feel about myself. A very best friend of mine had currently asked what maturity means for me. I spontaneously and very much surely answered that maturity requires two and only two points; 1. To be brave enough to accept consequences of what we have done, and 2. To be able to forgive and let go. Little did she know, her question ruined my head later that night – is being able to spontaneously and very much surely define what maturity means that I am mature? 22 sounds and seems like a reasonable number to finally ask yourself (again) about how you do feel...

Le Tibalique

Suatu hari aku melihat para penduduk desa menggali kuburan seorang laki-laki tua. Setelah itu mereka baringkan ia di kediamannya. Lelaki tua itu kejang-kejang hingga berangsur-angsur menjadi tenang. Perlahan ia membuka matanya. Di sampingnya adalah wanita yang kurasa adalah istrinya. Ia bilang, selamat datang, Sayang. Seiring dengan berjalannya waktu, jadilah kutahu lelaki itu bernama Jamai. Di depan mataku semuanya terjadi, bahwa Jamai yang tua semakin hari semakin muda. Keriputnya hilang dimakan waktu, hingga ia dapat pergi kerja dan memulai aktivitas kerjanya. Pada hari pertamanya bekerja, semua orang berbisik-bisik, bahwa bos besar telah datang.  Suatu hari, sepulang kerja, ia kabarkan pada istrinya yang bernama Ika, “aku akan pergi menggali kubur ibuku.” Sambil terus membolak-balik makanan di atas penggorengan, Ika bertanya kapan Jamai akan pulang. Jamai bilang sebelum gelap ia akan sudah ada di rumah. Maka Jamai pergi dengan beberapa pemuda desa lainnya, menggali...

Etgar Keret Tells A Lie

Image

Takaran Kehadiran

Image
Highlight dari tahun 2017 buat seorang Silmi mungkin adalah sebuah kata “mengenal”. Nggak cuman mengenal perasaan-perasaan yang baru kutau ada, tapi juga mengenal perasaan-perasaan lama lebih dalam. Nggak cuman mengenal negara-negara baru dengan suhu udara dan bahasa yang baru, tapi juga orang-orang yang berdiam dibawahnya. Perjalanan yang katanya disebut kehidupan ini kadang bosenin. Tapi terus pada suatu hari dipertemukan dengan Pablo dari Alaska, yang keliatannya lebih pantes jadi kakek gue ketimbang temen sekelas, yang sambil menyesap anggur Merlot beberapa kali bilang “life is boring”, dan masih bisa ketawa-ketiwi dan sama sekali nggak kelihatan kebosanan. Pablo Si Sesuka Hati, ekonom yang senang pindah-pindah (dan seringkali mengingatkan (lagi-lagi) akan kata “ Fernweh ”), yang pada akhirnya lebih memilih jadi guru Bahasa Inggris yang gajinya nggak segimana besar – tanpa sedikitpun menyesali apapun yang dia pernah buat. Hidup itu memang pada hakikatnya begitu-begitu sa...

Sebuah Kuot

Nggak sengaja baca sebuah kutipan dari Joko Pinurbo di sebuah halaman internet, rasanya perlu ditulis disini, for the sake of reminder: Kelewat paham bisa berakibat hampa. Paaaaahampahampahampahampahampa.....

Sui dan Ibukota

Di banyak malam di dua tahun terakhir, kepala ini macem ibukota. Pikiran-pikiran di kepala macem kendaraan-kendaraan – berlalu lalang, macet, klakson sana-sini, dan tak jarang, bertabrakan. Dan, juga seperti ibukota: ini bukan hal yang baru! Pastinya ada lebih dari sedikitnya lima juta orang di luar sana yang juga punya kepala sepadat ibukota – atau bahkan lebih – yang membuat sebuah kalimat terlintas berkali-kali: kalo aja kehidupan adalah makhluk hidup, pasti bakal gue bully abis-abisan. Antara marah dan menyerah, entah mana yang lebih besar. Sampai, pada suatu malam, masih di ibukota, sebuah percakapan antara dua orang anak berumur 8 tahun tiba-tiba tersajikan di kepala. Dua anak itu adalah aku, dan (sebut saja) Sui. Sui pernah cerita kalo bapaknya keras dan suka mukul karena hal sepele, kalo kedua orangtuanya sering berantem, dan kalo ibunya sering menangis. Suatu hari Sui yang malang bercerita sambil sedikit-sedikit ngeluarin air mata, bahwa kalo dia baca buku, dia perlu ...

Puan Kelana

Hampir 48 jam penuh terngiang sepenggal lirik: Ah, kau, Puan kelana Mengapa musti kesana? Jauh-jauh Puan kembara Sedang dunia punya luka yang sama

To the 2015-kind-of-love

Taken from a page of my (very personal) 2015 journal. I thought of Love as this sacred thing one could only touch after certain rituals. But then Love comes spontaneously beneath the wings of the wild butterflies that attack my stomach without any warning. Love comes along with the hopelessness and an indescribable tiredness after a day full of shits. Love comes with a little smile and sarcastic tone. Love is careless, skeptical, and a little bit rude. But seeing Love is sweet, like a real-life version of Here Comes Your Man by The Pixies . Remembering Love is warm, like a random hug from the back that shakes me to my bones. Love isn't interested in most of the things I talk about, not even sees me in the way I have expected. Love is nothing like what I see every night in my dreams. But I know, I always wanna be awake everytime Love pops on my mind. Although, Love is just kidding!

Repetition by Phil Kaye

Image
Got a weird late night urge to post one of my favorite spoken poets reading one of my favorite poems. Sharing is caring, no?